GemilangPay

Panduan reseller

Menghitung modal impor skincare Korea dari harga grosir won

Harga grosir di daftar pemasok Korea baru sepertiga cerita. Sisanya ada di ongkos kirim, pungutan impor, dan biaya kecil yang sering lupa dicatat. Halaman ini membedah satu pesanan contoh sampai ketemu modal per botol.

Disusun redaksi GemilangPay · revisi terakhir 28 September 2026

Perempuan Asia Tenggara berpikir sambil memegang dagu di depan layar grafik harga
Modal per unit baru bisa dipercaya setelah semua biaya kiriman dibagi ke setiap botol.

Semua contoh di halaman ini memakai kurs ilustrasi Rp13,20 per won, dekat dengan kurs acuan akhir September 2026, dan tarif ongkir yang juga hanya contoh. Ganti dengan angka dari nota, penawaran forwarder, dan kurs saat Anda membayar.

Panduan ini memakai jalur impor umum: barang masuk atas nama badan usaha yang punya Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berlaku sebagai angka pengenal importir, lalu diberitahukan ke Bea Cukai dengan dokumen impor. Jalur ini berbeda dengan paket kiriman pribadi lewat kurir. Untuk kosmetik, ada syarat tambahan dari BPOM yang kami uraikan di panduan izin edar kosmetik impor.

Lima komponen yang membentuk modal

  1. Harga barang — total nota pemasok dalam won, dikonversi ke rupiah.
  2. Ongkos angkut dan asuransi — tagihan forwarder dari gudang pemasok sampai pelabuhan atau bandara tujuan.
  3. Bea masuk — persentase dari nilai pabean, tergantung pos tarif barang dan ada tidaknya tarif preferensi.
  4. PPN impor dan PPh Pasal 22 impor — dipungut saat barang dikeluarkan dari kawasan pabean.
  5. Biaya lain — jasa pengurusan kepabeanan, sewa gudang, pengantaran lokal, dan biaya perizinan.

Tiga komponen pertama bersama-sama membentuk dasar hitungan pajak. Itulah sebabnya urutan hitungnya tidak boleh dibalik.

Pesanan contoh: tiga produk dari satu pemasok

Nota pemasok (angka rekaan untuk latihan)
ProdukHarga/unitUnitSubtotal wonRupiah
Toner 150 ml8.5001201.020.000Rp13.464.000
Serum 30 ml12.900801.032.000Rp13.622.400
Tabir surya 50 ml9.800100980.000Rp12.936.000
Jumlah3003.032.000Rp40.022.400

Langkah 1 — ongkos angkut

Pesanan dikemas dalam tiga karton berukuran 60 × 40 × 40 cm dengan berat aktual 18 kg per karton. Berat volumenya 60 × 40 × 40 ÷ 6.000 = 16 kg, lebih kecil dari berat aktual, jadi yang ditagih adalah berat aktual: 3 × 18 = 54 kg. Dengan tarif contoh Rp95.000 per kg, ongkos angkutnya Rp5.130.000. Kami tambahkan asuransi contoh Rp120.000. Penjelasan soal berat volume ada di panduan ongkos kargo.

CIF = 40.022.400 + 5.130.000 + 120.000 = Rp45.272.400

Langkah 2 — bea masuk dan pajak impor

Misalkan pos tarif produk ini dikenai bea masuk 10 persen. Angka ini contoh; tarif sebenarnya harus dicek per kode HS di Buku Tarif Kepabeanan Indonesia, dan bisa lebih rendah bila barang memenuhi syarat tarif preferensi perjanjian dagang Indonesia–Korea (IK-CEPA) dengan surat keterangan asal yang sah.

Pungutan impor pesanan contoh
PosDasarNilai
Bea masuk 10% (contoh)CIFRp4.527.240
Nilai imporCIF + bea masukRp49.799.640
PPN impor 12% × 11/12nilai imporRp5.477.960
PPh 22 impor 2,5% (dengan API)nilai imporRp1.244.991
Total pungutanRp11.250.191

Tarif PPN yang dipakai mengikuti skema tarif 12 persen dengan dasar pengenaan 11/12 untuk barang nonmewah, yang masih berlaku pada 2026. Tarif PPh 22 impor 2,5 persen berlaku bagi importir yang memiliki API; tanpa API tarifnya 7,5 persen. Rinciannya kami bahas di panduan bea masuk dan pajak impor.

Langkah 3 — biaya lain

Untuk jasa pengurusan dokumen, penanganan di gudang, dan pengantaran ke rumah atau gudang Anda, kami pakai angka contoh Rp1.500.000. Biaya perizinan kosmetik tidak dimasukkan di sini karena sifatnya per produk dan berlaku beberapa tahun, bukan per kiriman.

Kas keluar dan modal: dua angka yang berbeda

Jika semua dijumlahkan, uang yang harus Anda siapkan adalah Rp58.022.591. Namun tidak seluruhnya menjadi biaya. PPN impor bisa dikreditkan sebagai pajak masukan bila usaha Anda sudah berstatus pengusaha kena pajak, dan PPh 22 impor adalah pembayaran di muka yang nantinya diperhitungkan dengan pajak penghasilan tahunan. Karena itu banyak pelaku usaha memisahkan dua angka:

  • Kebutuhan kas: Rp58.022.591 — untuk memastikan saldo cukup saat barang tertahan menunggu pelunasan pungutan.
  • Modal tanpa pajak prabayar: Rp45.272.400 + Rp4.527.240 + Rp1.500.000 = Rp51.299.640 — dasar harga pokok jika PPN dan PPh 22 memang bisa Anda kreditkan.

Jika usaha Anda belum bisa mengkreditkan PPN, pakai angka kebutuhan kas sebagai dasar harga pokok. Lebih aman berlebih sedikit daripada menjual rugi tanpa sadar.

Membagi modal ke setiap botol

Cara paling sederhana adalah membagi menurut nilai. Bandingkan modal tanpa pajak prabayar dengan nilai barang: Rp51.299.640 ÷ Rp40.022.400 ≈ 1,28. Setiap rupiah harga barang "membawa" 28 sen biaya tambahan.

Modal per unit dengan faktor 1,2818
ProdukHarga barang/unitModal/unit
TonerRp112.200Rp143.815
SerumRp170.280Rp218.260
Tabir suryaRp129.360Rp165.810

Kalau bea masuknya ternyata 0 persen karena tarif preferensi berlaku, faktor turun menjadi sekitar 1,17 dan modal toner menjadi Rp131.123, serum Rp198.999, tabir surya Rp151.177. Selisih belasan ribu rupiah per botol ini menunjukkan betapa pentingnya memastikan pos tarif dan dokumen asal barang sebelum memesan.

Pembagian menurut nilai cocok untuk produk yang ukuran dan beratnya mirip. Untuk barang yang ringan tetapi mahal, atau berat tetapi murah, pembagian ongkos angkut menurut berat lebih adil; pajak tetap dibagi menurut nilai.

Yang sering terlupa saat menghitung

  • Produk penguji (tester) dan sampel gratis dari pemasok tetap tercatat di nota dan ikut dihitung.
  • Botol pecah atau bocor di perjalanan: sisihkan persentase kecil sebagai cadangan kerusakan.
  • Tanggal kedaluwarsa: stok yang lambat laku bisa berakhir dijual murah.
  • Kurs bank saat membayar pemasok biasanya lebih tinggi dari kurs tengah.
  • Pungutan dihitung dengan kurs yang ditetapkan Menteri Keuangan untuk keperluan pabean dan pajak, bukan kurs pilihan Anda.

Setelah modal per unit didapat, langkah berikutnya adalah menentukan harga jual. Lanjutkan ke panduan harga jual dan margin, atau coba angka Anda sendiri di alat hitung modal.