GemilangPay

Hitungan tabungan

Tabungan pulang dalam juta won: simulasi hitungan ke rupiah

Bagi orang Indonesia yang bekerja di Korea, tabungan biasanya dihitung dalam won tetapi dipakai dalam rupiah. Halaman ini murni soal hitungan: berapa won yang perlu disisihkan, dan bagaimana kurs mengubah hasil akhirnya.

Disusun redaksi GemilangPay · revisi terakhir 28 September 2026

Ladang gandum keemasan dengan garis grafik harga di langit biru
Tabungan beberapa tahun dipanen dalam rupiah, sehingga kurs saat penukaran ikut menentukan hasilnya.

Kami tidak membahas prosedur keberangkatan, jenis visa, atau program penempatan kerja. Angka upah di bawah hanya patokan skala; gaji tiap orang bergantung pada kontrak, jam kerja, dan potongan yang berlaku.

Patokan skala: upah minimum

Upah minimum Korea Selatan untuk 2026 adalah 10.320 won per jam. Untuk 2027, Komisi Upah Minimum memutuskan 10.700 won per jam pada 14 Juli 2026, berlaku mulai 1 Januari 2027. Dengan patokan 209 jam per bulan yang biasa dipakai dalam pengumuman resmi, angka bulanannya 2.156.880 won untuk 2026 dan 2.236.300 won untuk 2027. Dengan kurs acuan per 25 September 2026, 2.236.300 won setara sekitar Rp29.564.280. Tabel nominal jutaan won lainnya ada di tabel 1 juta–100 juta won.

Mulai dari sisi pengeluaran

Angka tabungan yang realistis lebih mudah ditemukan dari pengeluaran daripada dari gaji. Susun anggaran bulanan dalam won, lalu lihat berapa yang benar-benar tersisa. Contoh di bawah memakai angka rekaan dan hanya untuk latihan menyusun pos.

Contoh anggaran bulanan dalam won (angka rekaan)
PosWon
Penghasilan bersih diterima2.000.000
Makan, transportasi, pulsa, kebutuhan harian550.000
Kiriman rutin untuk keluarga400.000
Tambahan dana darurat50.000
Sisa untuk tabungan pulang1.000.000

Kiriman rutin untuk keluarga sengaja dipisahkan dari tabungan pulang. Keduanya sama-sama dikirim ke Indonesia, tetapi tujuannya berbeda: yang satu untuk kebutuhan sekarang, yang lain untuk rencana sesudah kontrak selesai.

Tiga pola menabung dan hasilnya

Tabel berikut memperlihatkan total tabungan dalam won dan nilainya dalam rupiah pada tiga tingkat kurs. Kurs dipilih sebagai skenario, bukan perkiraan.

Total tabungan pada tiga skenario kurs
PolaTotal wonKurs Rp12,00Kurs Rp13,20Kurs Rp14,00
1 juta won × 36 bulan36.000.000Rp432.000.000Rp475.200.000Rp504.000.000
1,2 juta won × 36 bulan43.200.000Rp518.400.000Rp570.240.000Rp604.800.000
1,5 juta won × 24 bulan36.000.000Rp432.000.000Rp475.200.000Rp504.000.000

Pada pola kedua, selisih antara kurs Rp12,00 dan Rp14,00 mencapai Rp86.400.000 — dari jumlah won yang sama persis. Itulah alasan kurs perlu masuk ke rencana, bukan hanya jumlah setoran.

Menghitung mundur dari target rupiah

Banyak orang punya target dalam rupiah: uang muka rumah, modal usaha, atau biaya pendidikan keluarga. Cara menghitung kebutuhan won-nya:

won dibutuhkan = target rupiah ÷ kurs per won
setoran bulanan = won dibutuhkan ÷ jumlah bulan

Untuk target Rp500.000.000 dengan kurs Rp13,20, dibutuhkan sekitar 37.878.788 won. Jika dikumpulkan dalam 36 bulan, setorannya 1.052.189 won per bulan. Supaya aman bila kurs turun, hitung juga dengan kurs lebih rendah: pada Rp12,00 dibutuhkan 41.666.667 won, atau 1.157.407 won per bulan. Selisih sekitar 105 ribu won per bulan itu adalah harga "asuransi" terhadap kurs yang kurang menguntungkan.

Kirim bertahap atau sekaligus

Ada dua cara utama memindahkan tabungan ke rupiah: menukarkan sekaligus menjelang pulang, atau mengirim bertahap selama bekerja. Contoh berikut memakai tabungan 43.200.000 won.

Ilustrasi hasil dua cara penukaran
CaraKursHasil rupiah
Sekaligus, kurs sedang rendahRp12,60Rp544.320.000
Sekaligus, kurs sedang tinggiRp13,90Rp600.480.000
12 kali @ 3.600.000 won, kurs rata-rataRp13,17Rp568.800.000

Kurs pada contoh bertahap adalah rangkaian angka rekaan dengan rata-rata sekitar Rp13,17. Pelajarannya: kiriman bertahap tidak menjanjikan hasil tertinggi, tetapi menghindarkan Anda dari hasil terendah. Hasilnya cenderung berada di tengah, dan itu sering lebih berharga daripada berharap menebak waktu terbaik.

Biaya per kiriman ikut dihitung

Setiap kiriman biasanya dikenai biaya dan selisih kurs jual–beli penyedia layanan. Dua belas kiriman kecil bisa lebih mahal daripada empat kiriman sedang. Bandingkan total biaya, bukan hanya kurs yang diiklankan, dan pakai saluran pengiriman uang yang resmi.

Buku catatan sederhana

Buat satu tabel dengan kolom: tanggal, jumlah won yang dikirim, rupiah yang diterima, dan kurs efektif (rupiah ÷ won). Dari catatan ini Anda bisa melihat rata-rata kurs yang sudah didapat, sisa won yang perlu dikumpulkan, dan apakah target rupiah masih realistis.

  • Tulis target rupiah dan tanggal target di baris paling atas.
  • Perbarui sisa kebutuhan won setiap bulan dengan kurs terbaru.
  • Pisahkan dana darurat di Korea dari tabungan yang akan dikirim.
  • Simpan bukti transfer untuk setiap kiriman.
Hindari tawaran "kurs lebih bagus" dari perorangan atau pihak yang tidak jelas izinnya. Selisih kurs yang menggiurkan tidak sebanding dengan risiko kehilangan tabungan bertahun-tahun.

Pergerakan kurs yang sama juga dialami pelaku usaha; sudut pandang mereka ada di catatan risiko kurs untuk reseller.